Posted by: semediwahyu | April 17, 2009

Dari Mana Ndesign Offshore Pipeline Dimulai

“Cak gimana urutan ndesign offshore pipeline sih ?

Sampeyan ngerti ra? “.

Pertanyaan yang salah barusan di tujukan untuk saya. Ini pertanyaan ngetest atau gimana ya, soalnya yang tanya adalah seorang deputy construction manager proyek offshore laying pipo di Kalimantan. Dan dia tau,  saya hanya seorang rigger (kuli angkut di laut) dan bukan seorang pipeline enjineer jempolan. Jentik saja ngak lewat apalagi jempol. Mau njawab takutnya salah. Kalau njawab terlalu detil, malu. Lha wong ndesign pipeline pakai DNV saja ra iso, isine section 5 wae ga ngerti.  Wedine lek dianggep bakul jamu, atau bakul kecap.

Tapi pertanyaan tersebut bikin penasaran juga. Akhirnya sedikit Tanya sana sini, mengumpulkan informasi dari rekan proses enjineer, rekan pipeliner, saya akan mencoba menceritakan ulang apa yang mereka ceritakan. Mungkin karena sifatnya cerita ulang, ya banyak bocor sana sini. Ibarat nimba di sumur pakai ember, ketika mau diangkut ke bak penampung, airnya ada yang tumpah. Untuk menambal kekurangannya, terpaksa ya ditambah air lagi, dan kadarnya mungkin jadi lain. Jadinya ga orisinil lagi, bahkan salah.

Nah berkaitan dengan hal tersebut, jika ada yang salah yo CMIW saja……

 

Untuk rekan enjineer, silakan menambah atau membetulkan.

 

Dimulai dari sebuah conceptual design (sok enjineer banget). Pipeline enjineer harus ngerti lingkungan dimana sebuah pipa mau dipasang dan dioperasikan.

kedalaman air, gelombang, arus, swell, tide, karakteristik seabed, and tanah. Semua itu adalah eksternal parameter yang mempengaruhi integritas sebuah opsore pipeline (maaf ga iso nyebut “f”, karena ada keturunan sundo).

Kemudian, jenis fluida yang akan mengalir didalam pipa, apakah gas, condensate, air, minyak. Karakter dari masing masing jenis mempengaruhi design.

Kenapa ? karena jenis tersebut mempunyai tekanan, suhu, sifat korosi, yang berlainan. (lebih detilnya ya orang proses/Teknik Kimia yang musti nerangkan, butuh waktu 8 semester kali).

 

Data designnya adalah ini :

 

Performa reservoir

Perhitungan performa dari sebuah reservoir dibutuhkan untuk mengetahui operasi. Dari sini paling tidak diketahui design life dari sebuah pipeline. (biasane design life yg umum minimum 25-30 tahun).

 

Pressure Dan Temperature.

Pressure dari fluida memberikan pengaruh kepada tekanan operasi sebuah pipa. Dari sinilah bisa dihitung wall thickness sebuah pipeline. Pressure and temperature yang tinggi mempengaruhi pemilihan material pipeline dan mempunyai efek secara langsung terhadap biaya yang dibutuhkan. (mentang mentang tukang ngitung duwit proyek, duwit saja yang  dipikir).

 

Komposisi Fluida.

Komposisi fluida diperoleh dari proses design basis, serta simulasi report yang diberikan oleh Hysis ? (monggo proses enjineer mengoreksi). Informasi ini diperlukan oleh design enjineer untuk mengetahiu kesolidan dari sebuah fluida yang mengalir di pipa. Ada yang tau kenapa ? mungkin diperlukan untuk mendesign maintenance process, precommisioining, jenis internal coating, material pipe dan mengukur pressure drop. (tau khan, kalau fluidanya mau dialirkan sejauh 100 km dan letaknya dibawah laut, tentunya ada variasa tekanan di disepanjang jalur pipa) Iyo ngak ? saya juga ga tau… he he he he…

 

Production profile.

 

Katanya buku, production profile sangat penting untuk mendesign line sizing. Production profile menentukan bagaimana flow dari suatu fluida akan berubah berdasarkan waktu. Production profile biasanya akan dihitung oleh seorang process enjineer dengan melakukan simulasi dengan software seperti pipesim. Mengutip penjelasan dari seorang process enjineer (teknik Kimia)

“Untuk line sizing sendiri, liquid biasanya limitasi dari velocity, kalo gas dari pressure dropnya, trus kalo mix (liquid & gas) dari velocitynya yg gak boleh lbh gedhe dari errosional velocity. Ada tambahan sedikit untuk limitasi tergantung jenis fluidanya, ya kalo liq biasanya dibatasi velocitynya 3-15  ft/s. Gas dari pressure dropnya, kadang2 ada spec khusus juga dari client.

btw, medi jangan ngitung gituan, itu namanya merebut lahan orang…..he he he he he “.

 

Dari pernyataan rekan diatas, seorang pipeline enjineer ga usah menentukan line sizing dari sebuah pipeline, karena data line sizing sudah disediakan oleh orang process.

 

Data Lingkungan

 

Seperti yang telah disebut diatas, selain internal load, pipa akan mendapat gempuran dari luar yang disebabkan oleh lingkungan operasi. Geotechnical survey data diperlukan untuk memberikan informasi kondisi seabed yang akan berpengaruh pada mechanical design dan operasi pipa. Informasi yang akurat, membantu pipeline enjineer mengenai rute optimum, span, seabed obstruction, stability pipeline.

Informasi data lingkungan seperti gelombang, angin, arus, kedalaman diperlukan untuk stabilitas pipeline, insallation dan juga penentuan jenis proteksi yang akan diberlakukan  pada pipeline.

 

(data diatas, biasanya dirangkum  di design basis pipeline)

 

Setelah data data diatas terpenuhi barulah seorang pipeline enjineer bisa menentukan :

.

  1. Routing criteria
  2. Wall Thickness Calculation
  3. On bottom stability analysis
  4. Span Analysis
  5. Catodic protection design
  6. Pipeline expansion Analysis
  7. Pipeline laying analysis.

 

Dan tentunya dalam mendesign harus ada reference-nya. Yaitu code and standard, serta Company spec and criteria. Untuk Code and Satndard bisa memakai ASME B318, API 1111, atau yg common practice yaitu DNV OS F101.

Selamat mendesign…


Responses

  1. Pak Wahyu,

    untuk hydraulic study pipeline bisa belajar langsung ke engineer process, sekalian dinner gitu mungkin…..😀

    • he he he he..
      Cemburu yo ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: