Posted by: semediwahyu | April 17, 2009

Pipeline Wall Thickness Calculation (ASME B31.8)

 

“Wes pernah ngitung tebal pipo ?”

“wes (mantab). Dulu aku pernah ngitung waktu ngerjakan TA”

“Apa rule yang dipakai ?

“campur bawur”

“Kok bisa ? berarti khan ngak konsisten ?”

“Yap, itu dulu, karena waktu itu hanya untuk keperluan tugas akhir..hasilnyapun ternyati masih nyaris.. untungnya masih mahasiswa.. jadinya kalau salah diampuni…..hi hi hi hi hi…..”

Waktu fresh gimana ?

“ngakunya sih sudah, tuh di CV ditulis”

“Lho lho lho lho lho, bakul jamu maneh, opo bakul kecap ?….he he he he

“Engak, gini…aku jadi pembantunya senior,….ngerjakan design….pakai ASME B318 jek, opshore lho sangar khan ?…….selebihnya hanya review”

“Review kok dikatakan ndesign?” maksudnya review design. Dan namanya pereview itu secara pangkat khan lebih tinggi dari seorang design enjineer…coba tanya ke inpsektur gempur, atau inspektur rochmad kalau ga percaya….

“Ok tak test”

“Ya opo ASME B318”

“Waduh, testnya besok aja,Aku tak takon wong expert dulu”

Stelah tanya :

Pada dasarnya design pipeline adalah menentukan design optimum tebal pipa dan material grade pipa.

Karena kalau menentukan material grade ceritanya akan panjang dan butuh beberapa semester, maka sesuai judul, kita akan diskusi masalah tebal pipa sajah……

 

ASME B318

Untuk teknologi jadul, seleksi ketebalan pipa kebanyakan berdasarkan perhitungan simple Hoop stress criteria. Perhitungan tersebut kemudian ditambah dengan buckle initation, buckle propagation, and collapse karena exsternal pressure.  Untuk liquid atau condensate kadang perlu ditambahkan corrossion allowance.

 

Hoop stress yang dihasilkan dari perbedaan internal and external pressure tidak boleh melebihi dari perkalian design faktor, smys dan derating temperature faktor (chapter 8 asme b318).Pada construktion, sebagai pre eliminary adakalanya dibutuhkan kombinasi stress dari shear, longitudinal, tangensial, and hoop stress.

Tapi, Ada sesuatu yang agak ngganjel ketika ndesign memakai asme b318.

Dalam chapter 8 tidak disebutkan rumusan untuk menghitung collapse. Dengan aji aji spekulasi diambillah rumusan milik sodaranya di API 1111. Asumsi yang dipakai karena masih tetangga kampung, sesama paman sam (boleh ngak ya ?, mongggo kalau mau didiskusikan).

 

Asme b318 itu kata orang orang pinter termasuk teknologi jadul. Kenapa ? karena masih memakai sistem ASD(allowable stress design). Yaitu secara konservativ memakai load factor 0.72 dan 0.5. Kurang kerenlah secara enjineer (tapi bagi saya sangat keren, karena itungannnya simple dan sesuai dengan kepala saya yang kapasitasnya juga simple…..he he he he).

Mengenai ASD, LRFD, ULS, ALS, FLS… dan kawan kawan, sepertinya teman teman dari strukture familiar dengan ini.

Adakah yang mau memberi penjelasan ?


Responses

  1. So simple topic, but you can explain and write with beautiful words.(teknik jualan jamu)

    According my view, every people will be interesting read it.

  2. Mas mau tanya neh hehe..
    Apakah WT calc. dgn Dnv OS F101, linepipe nya harus menggunakan spec Dnv ? apakah kita bisa gunakan API 5L ?

    Salam.
    Vlad.

  3. wah tugas kuliah ane gan,
    wall thicness,natural bend, and road croos.
    campur2 Asme n API.hohohoho


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: